“Masih suka helloween?” Tanya salah seorang teman lama saya ketika chatting di YM. “Tentu saja masih (tak lupa dengan smiley ngakak).” Sebuah pertanyaan yang mungkin mirip basa-basi bagi saya. Pertanyaan ini selalu saja dilontarkan kepada saya pada saat berbincang dengan teman kuliah yang sudah lama tak bersua. Pertanyaan yang sangat wajar mengingat bagi mereka topan adalah pumpkin mania-penggemar labu, hampir setiap hari komputer di kamar kos saya memutar lagu-lagu helloween dengan volume membentuk sudut >100°. Tidak jarang saya ikut berduet dengan Michael Kiske si ex-vokalis yang bersuara merdu melengking itu, meskipun suara saya seringkali meleset dari tangga nada. Mungkin itulah kesan mendalam mereka tentang saya, bahwa topan adalah penggemar Helloween.
Saya menyukai Helloween sejak pertama kali mendengarnya. Saya masih ingat saat kelas 2 SMP. Dimas, teman sebangku saya hampir setiap hari mendendangkan lagu windmill. Kala itu saya belum mengetahui apa dan siapa Helloween. Yang aneh adalah lagu ini terdengar seperti sebuah déjà vu ditelinga saya, seperti sebuah lagu lama yang pernah saya dengarkan di radio, tetapi bukan windmill persisnya.
Saya ingat pernah berargumen dengan dimas kalau lagu itu adalah lagu lama, yang masuk kategori evergreen, karena saya yakin pernah mendengarnya, entah itu kapan. Hingga suatu saat Dimas membawa kasetnya, sebuah kaset dengan sampul putih bergambar sapuan kuas berwarna kuning, merah, biru dan hijau. Di atas sampul itu terdapat tulisan kecil Helloween, dan bagian bawahnya chameleon. Kaset tersebut dia pinjamkan kepada saya karena ini adalah satu-satunya cara untuk meyakinkan bahwa lagu itu adalah windmill, dan baru pernah dimainkan oleh band bernama Helloween.
Sepulangnya dari sekolah saya segera memasukkan kaset itu ke dalam kompartmen tape deck, langsung saya mainkan-Dimas menyuruh saya untuk langsung saja di-play di side A-karena ia sudah mengesetnya pas di lagu windmill. Dimulai dengan sebuah hembusan angin pelan yang memaksa kincir angin untuk berputar dengan malas, kemudian diiringi oleh denting kibor tommy newton, suara Kiske yang jernih dan pelan mulai bersenandung, menyanyikan bait demi bait, semakin dalam saya semakin hanyut dalam lagu itu, bahkan ketika memasuki bagian awal solo yang dimainkan oleh michael weikath, yang mengingatkan saya pada alat musik angklung, permainan keyboard tommy newton tak kalah bagusnya. Ritme lagu yang terus terjaga hingga bagian akhir membuat saya terpesona, membuat saya ingin mengulang kembali lagu ini, dan itu saya lakukan. Tak lupa saya dengarkan keseluruhan lagu dalam kaset itu. Dan pada hari itu juga saya memutuskan untuk membeli kasetnya, dan mengatakan dalam hati bahwa mulai hari itu saya adalah penggemar setia Helloween.
Kelak di kemudian hari, setelah mendengarkan keseluruhan album yang telah dikeluarkan oleh Helloween, saya memutuskan bahwa Chameleon adalah karya terbaik yang pernah mereka buat, keberanian mereka untuk bereksplorasi, komposisi lagu yang bervariasi, permainan solo yang menggigit dan melodis, lagu-lagu ballad yang terekam di album ini tak bisa dikalahkan oleh karya-karya mereka sebelumnya atau bahkan sesudahnya. Ironis memang, mengingat Helloween adalah band yang mengusung genre metal.
Saya sendiri heran mengapa bisa menyukai Helloween begitu sangat, mengingat pada saat itu teman-teman lebih memilih untuk mendengarkan Guns and Roses, Metallica, Megadeth atau Iron Maiden. Jika diingat kembali ke masa SMP dulu, yang mendorong saya untuk menyukai Helloween adalah suara emas Michael Kiske. Suaranya sangat khas, jernih, bening, jika tinggi melengking tidak parau, nafasnya panjang, dan power suaranya dahsyat.
Kelak di kemudian hari, saya menyimpulkan bahwa tidak hanya suara khas Kiske yang membuat saya jatuh cinta pada Helloween, karena bisa dibilang bahwa permainan duel gitar yang menjadi ciri khas Helloween sangat enak untuk dinikmati, baik saat saling berganti rhythm ataupun saat saling unjuk kebolehan bermain solo. Kemampuan mencipta lagu para personilnya pun boleh dibilang sangat apik. Hampir semua personil Helloween mampu mencipta lagu, hanya Ingo RIP (drum) saja yang belum pernah berkontribusi secara individual dalam menulis lagu.
Namun perkenalan dengan Helloween tersebut tidak membuat saya mengerti sepenuhnya tentang seluk-beluk Helloween, album apa saja yang telah mereka keluarkan, dan telah berapa lama mereka bercokol di jagad permetalan dunia pun saya awam.
Rasa ingin tahu saya tentang Helloween baru terpuaskan ketika beranjak kuliah, saya diterima di Universitas Sebelas Maret Solo. Memang ada beberapa anak metal yang bisa diajak untuk ngobrol, namun jarang sekali-jika tidak bisa dikatakan tak satupun-diantara mereka yang benar-benar menyukai Helloween, kebanyakan dari mereka hanya mengerti lagu-lagu seperti How Many Tears, Eagle Fly Free, I Want Out, Future World, Dr. Stein, ballad A Tale That wasn’t Right, atau dari era Deris, semacam Where the Rain Grows, Power dan Forever and One.
Di solo saya benar-benar mengerti seluk-beluk Helloween, tidak dari orang lain, tidak dari teman kuliah, tapi internet. Internet telah membuka wawasan saya tentang Helloween. Satu minggu saya bisa menghabiskan waktu 6-10 jam hanya untuk menjelajahi situs-situs Helloween dan fansitesnya.
Dari internet pula saya bisa melihat aksi-aksi panggung Helloween secara live (sepertinya dulu belum ada Youtube), yang tentu saja saya dapatkan melalui mengunduh. Ini tentu setelah beberapa tahun saya mengenal internet, kalau tidak salah sekitar tahun 2000an. Saya sering pergi ke warnet di depan kampus UNS untuk mengunduh video dan mp3 Helloween yang tautannya saya dapatkan dari laman messageboard resmi Helloween. Perasaan saya saat itu sangat membuncah, kerinduan yang bertahun-tahun untuk melihat dan mendengar mereka beraksi di atas panggung terpuaskan melalui kegiatan mengunduh selama berjam-jam di depan monitor
Dari laman messageboard resmi itu saya mendapatkan teman-teman yang sama-sama menyukai Helloween, terutama dari Indonesia. Kejadian ini berlanjut hingga dibuatnya laman messageboard lokal berbahasa Indonesia. Disinilah tempat saya bertemu dengan sesama penggemar Helloween, tidak hanya menyukai metal, atau Helloween dari hits mereka, namun keseluruhan lagu Helloween, hingga sejarah Helloween yang pada saat ini masih ditorehkan di jagad permetalan dunia. Dari sinilah saya mengenal Lawyer-X dan YSA admin messageboard, dinosaurus-adik Lawyer-X, weensflyfree, yukiflyfree, helloween_k1d, darkie, speedlawyer, diorama, ecky, navir, blakerose, kentz, weiqie, suprex, dll, mereka semua telah saya anggap teman, teman berbagi dan bercerita tentang Helloween.
********
Helloween terkenal di akhir 80′an dan awal 90′an. Sebuah era yang memang menjadi kejayaan band-band pengusung metal dengan segala atribut kemetalan mereka, rambut panjang berponi, celana ketat, jaket jeans, raungan gitar beserta solonya, drum dobel pedal, lirik-lirik yang heroik, bisa juga suram, aksi panggung yang gila-gilaan serta penonton yang setia mengacungkan tiga jari. Album Keeper of the Seven Keys part I dan II boleh dibilang adalah tonggak baru dalam genre power metal.
Helloween berbeda dari kebanyakan band metal yang ada saat itu, mereka memainkan musik metal yang cenderung melodik, hampir seperti Iron Maiden, namun dengan aksi duel gitar yang lebih memikat. Mereka memainkan jenis musik Happy Metal dengan lirik-lirik dengan semangat membangun. Lagu-lagu seperti How Many Tears, Eagle Fly Free, I Want Out, Future World, Dr. Stein, balad A Tale That wasn’t Right, hingga epik selama 13 menit berjudul Keeper of the Seven Keys adalah lagu-lagu Helloween yang paling dikenal oleh anak metal seluruh dunia. Ciri khas mereka saat itu adalah musik yang ceria, bersemangat, duel solo melodi yang ciamik, serta vokal yang tinggi melengking, tak lupa booklet album yang lucu dan menarik, jauh dari kesan sangar, meski ciri khas ini mulai hilang ketika album Better than Raw muncul di tahun 1998. Dengan sound yang cenderung lebih tebal dan kasar, Helloween memainkan musik yang sangar, yang boleh dibilang mendekati thrash metal.
Band ini sering sekali berganti personil, lebih sering dikarenakan ketidakpuasan Michael Weikath terhadap penjualan album yang kurang memuaskan. Helloween berganti formasi sebanyak empat kali. Formasi pertama Helloween adalah Kai Hansen (gitaris+vokalis), Michael Weikath (gitaris), Ingo Schwistenberg (drum), Markus Grosskoft (bass), formasi ini menelurkan album Walls of Jericho. Mereka kemudian merekrut Michael Kiske untuk mengisi posisi vokalis di tahun 1987 dan mencetak album Keeper of the Seven Keys part I dan II di tahun 1987 dan 1988. Tak lama kemudian Kai Hansen keluar dari Helloween sebelum tur Keeper of the Seven Keys part II berakhir, posisinya digantikan oleh Roland Grapow, formasi ini mencetak album berjudul Pink Bubble og Ape. Mereka kemudia memecat Kiske dan Ingo di tahun 1993 setelah kegagalan penjualan Pink Bubble go Ape dan Chameleon. Mereka berdua digantikan oleh Andi Deris (vokal) dan Uli Kusch (drum), dengan mengeluarkan 4 album yaitu Master of The Ring (1994), Time of the Oath (1996), Better than Raw (1998) dan The Dark Ride (2000). Kemudian di tahun 2001 mereka memecat Roland Grapow dan Uli Kusch setelah album The Dark Ride tidak menuai sukses yang diharapkan. Terakhir mereka merekrut Sascha Gertsner sebagai pengganti Roland Grapow, menghasilkan album Rabbit don’t Come Easy (2001) dan Dani Loebe (setelah beberapa pergantian add-player). Formasi terakhir ini telah menghasilkan album Keeper of the Seven Keys-The Legacy (2005) dan Gambling with the devil (2007).
Ketika helloween mampir ke senayan bulan februari lalu, saya ikut berteriak di depan bersama kawan helloween-indonesia.org. wah rasanya senang “agak” sekali. Ya, karena Kiske bukan yang jadi vokalisnya. Namun hal itu tak menyurutkan semangat saya untuk menggeber tenggorokan dan lompat-lompat sambil meneriakkan “cos we all live in future world…“
Dan yang lebih menyenangkan lagi, saya dapat tanda tangan mereka di cd gambling with the devil yang saya beli. Setelah sabar menunggui mereka checkout dari hotel sultan. lengkap “agak” sudah kebahagiaan saya.hahaha..
ps:
terima kasih helloween dan kawan semua..terima kasih…:D
trivia
-helloween hampir selalu mengeluarkan album pada tanggal 30 oktober.
-pada tanggal 30 oktober 2009 nanti helloween genap berusia 25 tahun.
